Paroki Santo Petrus Warak Rayakan Hari Pangan Sedunia, Dari Persembahan Hasil Bumi Hingga Pelepasan Burung

0

Sleman – Paroki Santo Petrus Warak yang terletak di kalurahan Sumberadi, Mlati, Sleman menggelar rangkaian perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 dengan menggabungkan pemberdayaan ekonomi umat dan pelestarian lingkungan. 

Puncak kegiatan digelar pada Minggu (19/10/2026) ditandai dengan misa kudus, pemberkatan alat kerja, serta persembahan hasil bumi untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Tanah yang Dihidupkan, Kehidupan yang Diteruskan”. Tema tersebut mengajak umat menjaga kelestarian tanah dan alam agar bisa tetap lestari untuk generasi mendatang.

Romo Paroki Santo Petrus Warak, Romo Yohanes Yunuar Ismadi, Pr, mengatakan kondisi tanah yang semakin kritis saat ini menuntut masyarakat untuk lebih serius menjaga lingkungan agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

“Jemaat diajak merawat tanah. Apalagi saat ini tanah kita semakin kritis. Kita harus memeliharanya. Setelah terpelihara, tentu bisa kita wariskan untuk anak cucu kita,” kata Romo Yohanes.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijaksana menggunakan air selama kemarau panjang dan berhati-hati ketika membakar sampah untuk mencegah kebakaran.

Dalam kesempatan itu ia juga menyoroti bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang antara lain dipicu pembakaran oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam, perayaan HPS tahun ini juga diisi dengan pelepasan burung sebagai simbol menjaga kelestarian alam.

Dalam misa puncak, umat dari berbagai lingkungan mempersembahkan hasil bumi berupa sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, dan beras. Seluruh persembahan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar paroki tanpa membedakan suku, ras, maupun agama.

Selain kegiatan keagamaan, rangkaian HPS 2026 juga diisi kegiatan bazar UMKM dan hiburan rakyat. Puluhan stan menampilkan produk olahan pangan, hasil bumi, dan kerajinan tangan karya umat sebagai sarana promosi sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Pemberkatan alat kerja turut menjadi bagian dari misa puncak. Umat membawa peralatan yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari sebagai simbol harapan agar pekerjaan mereka membawa manfaat bagi diri sendiri dan sesama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perayaan HPS di Paroki Santo Petrus Warak diarahkan tidak hanya sebagai momentum refleksi tentang pangan, tetapi juga sebagai aksi nyata dalam membantu masyarakat, mengembangkan usaha umat, dan menjaga kelestarian lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here