Jogja – Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menghadiri kegiatan serap aspirasi dalam masa reses bersama sejumlah kelompok tani, peternak, dan organisasi perempuan Muhammadiyah-Aisyiyah DIY.
Dalam pertemuan tersebut, Titiek menyoroti pentingnya peran keluarga dan organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah dalam mendukung program ketahanan pangan.
Berbagai usaha di sektor pangan seperti pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran, pengolahan hasil pangan, hingga pengembangan usaha rumahan juga akan dinilai dapat membantu memperkuat ekonomi keluarga.
Titiek pun berharap agar program pemberdayaan yang dijalankan Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat bersinergi dengan program pemerintah, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sinergi tersebut diharapkan membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal Dalam memasarkan dan menjual produk mereka.
Dalam kesempatan itu Titiek juga mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya tak henti untuk membantu petani peternak maupun nelayan hingga KWT.
Hal itu ditunjukkan dengan penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha,dan meningkatkan pendapatan mereka.
Dukungan itu antara lain seperti penyaluran bantuan benih padi dan jagung, pompa air, traktor serta sarana produksi lainnya.
Adapun di sektor peternakan dan perikanan, dukungan yang telah disalurkan antara lai bantuan ayam petelur, benih ikan, dan pengembangan budi daya ikan.
Menurut Titiek, bantuan tersebut diberikan agar dapat memberikan dampak nyata bagi penerima. Yakni untuk membantu mengembangkan usaha produktif sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga mereka.
“Perjuangan ini bukan sekadar soal bantuan yang disalurkan. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan, usaha masyarakat berkembang, dan penghasilan keluarga meningkat,” ujar Titiek.
Dalam kegiatan ini Titiek juga mengajak peserta menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, khususnya di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan.
Dimana masukan tersebut akan menjadi bahan untuk memperjuangkan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY Widyastuti menyampaikan bahwa pihaknya mengundang 33 Kelompok Wanita Tani (KWT), serta perwakilan jamaah tani dan jaringan peternak Muhammadiyah dalam kegiatan tersebut.
Widyastuti mengatakan, 33 KWT itu telah menjalankan kegiatan secara mandiri, tetapi masih menghadapi kendala untuk mengakses program pemerintah. Karena itu, Aisyiyah berharap ada dukungan agar kelompok-kelompok tersebut dapat memenuhi persyaratan administrasi dan menjalin kerja sama dengan instansi terkait.
Selain penguatan KWT, Aisyiyah mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga serta pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Widyastuti berharap komunikasi dengan Komisi IV DPR RI dapat membuka akses program yang lebih luas bagi masyarakat.








