
Sleman – Warga Padukuhan Kranggan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, menggelar Merti Dusun 2026. Tradisi tahunan ini menjadi momentum warga untuk bersyukur sekaligus menjaga budaya dan memperkuat kerukunan.
Mengusung tema “Gumregah Rukun Nyawiji Mbangun Kranggan”, kegiatan dipersiapkan warga sejak sekitar dua bulan sebelumnya.
Koordinator pelaksana Merti Dusun Kranggan, Antonius Irianto, mengatakan rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak Agustus. Berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI turut menjadi bagian dari kegiatan.

“Intinya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil karya yang ada. Semoga hasil karya dusun ini bisa membuat kita cinta budaya dan semakin berkembang,” kata Antonius.
Puncak kegiatan diisi dengan kirab budaya yang diikuti masyarakat dari enam RT dan tiga RW. Warga berjalan mengelilingi wilayah padukuhan dengan jarak sekitar 2,6 kilometer sebelum kembali ke lokasi utama kegiatan.
Setiap RW juga menampilkan kesenian masing-masing. Selain itu, gunungan hasil bumi menjadi bagian dari kirab dan nantinya diperebutkan warga sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi.
Merti Dusun Kranggan juga menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan potensi seni budaya yang mereka miliki.

Antonius mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi upaya mempertahankan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Tradisi Merti Dusun sendiri merupakan agenda rutin masyarakat Kranggan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar.
Setelah rangkaian kirab dan pentas seni selesai, kegiatan Merti Dusun Kranggan ditutup dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk.
Dua dalang lokal, Ki Kukuh dan Ki Kartijo, akan membawakan lakon “Semar Boyong”.
Lakon tersebut dimaknai sebagai gambaran untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan berusaha menjadi lebih baik ke depannya.

Salah seorang warga, Himawan mengatakan warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Warga bahkan telah melakukan persiapan kegiatan dengan bergotong royong sejak sekitar dua bulan sebelumnya.
Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah, Merti Dusun ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan antarwarga.
“Rasa syukur atas panen yang melimpah ini membuat kami semakin rukun,” ujarnya.
Melalui Merti Dusun 2026, warga Kranggan ingin tradisi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat berdama-sama.









