Hadapi Kekeringan, SD Muhammadiyah Bendosari Gelar Salat Istisqo Bersama Siswa dan Orang Tua

0

Sleman – Menghadapi kondisi kekeringan yang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering, SD Muhammadiyah Bendosari, Madurejo, Prambanan, Sleman, menggelar salat istisqo atau salat meminta hujan bersama siswa, orang tua, dan komite sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga sarana pendidikan bagi siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan bijak menggunakan air di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.

Kepala SD Muhammadiyah Bendosari, Yuni Winarti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat, termasuk sumur-sumur warga yang mengalami kekurangan air.

“Anak-anak SD Muhammadiyah Bendosari bersama orang tua juga komite itu mengadakan salat istisqo, salat minta hujan,” kata Yuni.

Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa syukur dan mengajarkan anak-anak menjaga lingkungan sejak dini.

“Kita mengajak anak-anak untuk bersyukur dan juga bagaimana cara menjaga lingkungan kita agar anak-anak juga bisa lebih bijak dalam menggunakan air, kemudian juga menjaga lingkungan,” ujarnya.

Yuni menambahkan, pendidikan kepedulian lingkungan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Sekolah berharap kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak anak-anak sehingga menjadi bagian dari perilaku mereka sehari-hari.

Dewan Sekolah SD Muhammadiyah Bendosari, Eko Priyo Agus Nugroho, mengatakan edukasi lingkungan penting diberikan kepada anak-anak, terutama ketika kondisi cuaca sulit diprediksi dan hujan belum kunjung turun.

“Pentingnya lingkungan untuk menjaga kebersihan, terus menjaga air. Ketika sampah juga, ketika membakar jangan sembarangan. Ini menjadi hal yang penting,” kata Eko.

Ia menilai kebiasaan sederhana, seperti menghemat air dan tidak membakar sampah sembarangan, dapat membentuk tanggung jawab anak terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Eko, sekolah juga mengingatkan siswa mengenai dampak kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Sumatera. Anak-anak diajak memahami bahwa tindakan yang terlihat sepele dapat memicu bencana apabila dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan.

“Dampak dari hal yang kecil, membakar sembarangan, bisa mengakibatkan bencana yang cukup besar,” ujarnya.

Melalui salat istisqo dan edukasi lingkungan, SD Muhammadiyah Bendosari berupaya menggabungkan pendidikan keimanan dengan pembentukan kepedulian sosial. 

Harapannya, siswa tidak hanya memahami pentingnya berdoa ketika menghadapi kekeringan, tetapi juga berperan menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

SD Bendosari terletak di dusun Bendosari, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Sleman. 

Sekolah dasar swasta di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman ini mengembangkan pendidikan yang memadukan pembelajaran umum dengan penguatan nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter siswa.

Salah satu program unggulan sekolah ini adalah tahfidz Al-Qur’an. Program ini menargetkan siswa mampu menghafal hingga tiga juz ketika menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan berakhlak Islami.

Di bidang akademik, sekolah juga mengembangkan pembelajaran matematika melalui metode berhitung cepat atau finger math. 

Sementara itu, kemampuan berbahasa Inggris dilatih melalui kegiatan percakapan atau English conversation agar siswa terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah Bendosari, Yuni Winarti, M.Pd., mengatakan sekolah terus berupaya mengembangkan layanan pendidikan dan program pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terus meningkat setiap tahunnya. 

Untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota penerimaan murid baru di sekolah ini bahkan disebut telah terpenuhi. Sekolah juga telah menerima 38 pertanyaan atau minat pendaftaran untuk tahun ajaran 2027/2028.

Menyikapi tingginya minat masyarakat itulah, sekolah berencana mengembangkan kapasitas penerimaan murid baru pada tahun ajaran berikutnya dari satu rombongan belajar menjadi dua rombongan belajar. 

Dengan rencana ini kapasitas penerimaan siswa ditargetkan dapat meningkat menjadi sekitar 56 siswa. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here