
Jogja – Sebanyak 42 kelompok tani di Kulon Progo menerima bantuan 42 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat. Bantuan tahap keempat pada 2026 ini diharapkan menekan biaya operasional petani, mempercepat pekerjaan di sawah, dan meningkatkan produksi pertanian.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan bersama Ketua DPRD Kulon Progo Arif Syarifudin dan sejumlah unsur terkait di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo.
Sebanyak 42 unit alsintan tersebut disalurkan kepada kelompok tani yang tersebar di 11 kapanewon. Jenisnya meliputi 18 unit traktor rotary, lima unit combine harvester, lima unit pompa air, empat unit power thresher, serta delapan unit traktor singkal.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, bantuan tersebut berasal dari sejumlah jalur penyaluran. Sebanyak dua unit disalurkan melalui program aspirasi PDI Perjuangan, 32 unit melalui program aspirasi anggota DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, dan delapan unit traktor singkal berasal dari Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Dengan penyaluran terbaru ini, jumlah alsintan dari pemerintah pusat yang telah diterima Kulon Progo sepanjang 2026 mencapai 109 unit. Nilai keseluruhan bantuan tersebut sekitar Rp10,5 miliar.
Bantuan alsintan diharapkan membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam mengolah lahan, mengairi sawah, serta menangani hasil panen. Pemanfaatan mesin pertanian juga diharapkan mengurangi beban biaya operasional sehingga pendapatan petani dapat meningkat.
Traktor digunakan untuk membantu pengolahan tanah, sedangkan combine harvester mendukung proses panen. Pompa air membantu kebutuhan pengairan, sementara power thresher digunakan untuk merontokkan gabah.
Dengan dukungan peralatan tersebut, kelompok tani diharapkan dapat mengatur penggunaan alat secara bersama sesuai kebutuhan dan kondisi lahan masing-masing.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan sebelumnya mengingatkan agar bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tani, bukan hanya disimpan.
Menurutnya, penggunaan alsintan perlu disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan petani agar kapasitas alat sebanding dengan pekerjaan yang harus ditangani.
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menargetkan penyaluran alsintan dapat mendorong peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut. Mekanisasi pertanian diharapkan membuat kegiatan usaha tani lebih efisien sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan.
Namun, manfaat bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah alat yang disalurkan. Perawatan, pengaturan jadwal pemakaian, dan pembagian akses antaranggota kelompok tani juga penting agar alsintan dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.








