Open House SRMA 20 Sleman, Siswa Tampilkan Tari Gedruk Hingga Kemampuan Baris-berbaris 

0

Jogja – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar kegiatan open house untuk memperkenalkan kegiatan pendidikan kepada masyarakat. 

Dalam kegiatan ini para siswa nampak menampilkan berbagai kemampuan maupun ketrampilan mereka. Mulai dari kesenian, kemampuan baris-berbaris hingga kemampuan berbahasa.  

Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, mengatakan kegiatan semacam ini rutin digelar setiap tahunnya.  Selain menjadi sarana untuk mengenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas, kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan siswa.

“Open house memperkenalkan lebih luas tentang SR untuk masyarakat umum. Ada beberapa penampilan, seperti tari angguk, paduan suara, pidato tiga bahasa, kemudian tari gedruk, hingga baris-berbaris atau tonti ” ujar Reti.

Selain pembelajaran akademik, SRMA 20 Sleman juga menekankan pendidikan karakter melalui pembiasaan disiplin, kemandirian, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Mutiara Hanifah, salah seorang siswa asal Sleman, mengaku senang bisa merasakan kehidupan di Sekolah Rakyat karena membuatnya lebih disiplin dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Ia kini juga mengaku lebih terbiasa menyelesaikan berbagai kegiatan secara lebih disiplin tanpa menunda-nunda.

“Disini saya diajarkan agar disiplin. Kalau punya pekerjaan, harus langsung dikerjakan, tidak boleh menunda-nunda” tuturnya.

Selama bersekolah di SR Mutiara sendiri mengaku mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya tonti, teater, hadroh, dan Palang Merah Remaja (PMR). Hal itu ia lakukan sebagai bekal demi bisa mewujudkan cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sementara itu pengalaman serupa juga dirasakan Lambang Damar, siswa kelas XI asal Kulon Progo. Ia mengakui tinggal jauh dari orang tua menjadi tantangan tersendiri, terutama karena keterbatasan komunikasi dengan keluarga.

Namun, ia merasa terbantu oleh pendampingan wali asuh dan guru serta dukungan teman-temannya di selama bersekolah di SR.

“Yang saya dapatkan paling penting itu di sini tentang kedisiplinan,” kata Lambang.

Lambang mengikuti ekstrakurikuler tonti dan hadroh. Ia memilih tonti untuk mendukung cita-citanya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, sedangkan hadroh menjadi sarana menyalurkan minat bermusik sekaligus melatih kemampuan bahasa Arab.

Setelah seluruh siswa menampilkan bakat dan ketrampilannya, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling ke lingkungan sekolah. Tamu undangan serta masyarakat sekitar diajak untuk melihat langsung ruang pembelajaran maupun asrama yang selama ini digunakan untuk proses pendidikan para siswa.

Melalui kegiatan open house tersebut, SRMA 20 Sleman berupaya memperkenalkan pendidikan Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pengembangan bakat, kemandirian, dan pembentukan karakter siswa.

Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Seleman sendiei memiliki sebanyak 75 siswa. Yakni dengan memanfaatkan fasilitas dan area gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Yogyakarta, yang berada dibawah Kementerian Sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here