
Jogja – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Raja Ampat (IPMARAM) DIY dan Jawa Tengah, mengadakan kegiatan Makrab bertempat di Gyria Rekoleksi St Aloysius Jitar, Jatiningsih, Sumberarum, Moyudan, Sleman, (26-27/11/2022).
Selain menjadi ajang berkumpul untuk saling mengenal satu sama lain, lewat kegiatan Makrab ini para mahasiswa juga mengaku mempelajari sejumlah materi pendidikan yang selama ini tidak banyak diajarkan di lingkungan kampus.
Sejumlah materi itu antara lain seperti materi mengenai kepemimpinan dan pengembangan diri, materi pendidikan karakter, pendidikan moral dan kebudayaan hingga pendidikan kebangsaan dan Pancasila.
“Senang sekali, selain bisa lebih mengenal teman-teman se daerah secara lebih akrab, dengan kegiatan semacam ini kita juga bisa menambah ilmu dan pengetahuan baru, baik itu tentang pendidikan karakter, kepemimpinan, pendidikan moral hingga pendidikan kebangsaan,” kata salah seorang mahasiswa Sikas Imbeoper.

Ketua panitia kegiatan Makrab Mahasiswa IPMARAM DIY Jateng, Giovandi Key, menyebut ada sekitar 30 orang mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Mereka seluruhnya merupakan mahasiswa asal kabupaten Raja Ampat, Papua yang selama ini menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Menggandeng sejumlah pemateri termasuk diantaranya dari Kesbangpol DIY, kegiatan Makrab ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Lewat kegiatan ini diharapkan teman-teman mahasiswa bisa memiliki kesadaran pribadi yang baik dalam menyikapi tempat belajar mereka di kampus. Termasuk bagaimana berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka,” katanya.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa asal Raja Ampat ini juga berkesempatan menerima bantuan berupa paket sembako dari salah satu donatur yang memberikan dukungan.

Bantuan ini dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang kehidupan sehari-hari para mahasiswa yang mayoritas tinggal di asrama maupun tempat kos, serta jauh dari orang tua dan kampung halaman.
“Kita mengucapkan terima kasih sekali atas bantuan sembako ini. Bantuan ini sangat berarti sekali bagi kami para anak perantau. Bisa untuk stok kami selama sebulan ke depan,” ujar seorang mahasiswa Nurlinca Bagi sembari tertawa bahagia.








