
Sleman – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kapanewon Turi menyelenggarakan agenda Tutup Tahun 2025 pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di Aula Kapanewon Turi, Sleman. Kegiatan ini dirangkai dengan pengukuhan Forum Komunikasi Relawan Ambulance, bakti sosial, pembinaan rohani, doa bersama akhir tahun, serta pentas seni budaya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimkap Kapanewon Turi, lurah se-Kapanewon Turi, anggota Forum Komunikasi Relawan Ambulance se-Kapanewon Turi, serta seluruh anggota Korpri Kapanewon Turi, termasuk tim PKH, PLKB, TKSK, dan Pendamping Desa.
Panewu Anom Turi sekaligus Ketua Korpri Kapanewon Turi, Muh. Yunan Nurtrianto, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korpri serta menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0677 tanggal 30 Desember 2025 tentang imbauan perayaan Tahun Baru 2026. Agenda tutup tahun tersebut dimaksudkan sebagai momentum refleksi, penguatan solidaritas sosial, serta peningkatan kesiapsiagaan kemanusiaan di wilayah Kapanewon Turi.
“Melalui kegiatan ini, Korpri Kapanewon Turi ingin menutup tahun dengan kegiatan yang bermanfaat, sederhana, dan berempati terhadap kondisi sosial serta kebencanaan,” ujar Muh. Yunan Nurtrianto.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan Forum Komunikasi Relawan Ambulance se-Kapanewon Turi. Forum ini menaungi sembilan komunitas pengelola ambulans mandiri, yaitu Lazismu Muhammadiyah, MWC Nahdlatul Ulama, Majelis Tafsir Al-Qur’an, Partai Gerindra, Gereja St. Yohanes Rasul Somohitan, SAR Wonokerto, Kalurahan Girikerto, Indra Bangsawan, dan Palang Merah Indonesia.
Panewu Turi, Joko Susilo, menjelaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarrelawan ambulans, mengingat Kapanewon Turi berada di kawasan rawan bencana di lereng Gunung Merapi.
“Dengan adanya forum ini, seluruh ambulans mandiri diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam pelayanan kemanusiaan dan kegawatdaruratan di wilayah Kapanewon Turi,” kata Joko Susilo.
Selain pengukuhan forum, Korpri Kapanewon Turi juga melaksanakan bakti sosial berupa penyaluran 140 paket sembako kepada 140 kepala keluarga dhuafa yang tersebar di empat kalurahan se-Kapanewon Turi. Bantuan tersebut berasal dari dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman, donasi internal anggota Korpri Kapanewon Turi, serta dukungan dari KUA Turi dan Puskesmas Turi, dengan total dana terkumpul sebesar Rp15.400.000.

Korpri Kapanewon Turi juga menggalang donasi untuk korban bencana alam di Aceh yang terkumpul sekitar Rp2 juta dan telah disetorkan ke Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan rohani melalui tausiyah yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Drs. H. Bambang Rahmanto, serta doa bersama akhir tahun yang dipimpin oleh Kepala KUA Turi, H. Khamim, S.Ag.
Sebagai penutup, ditampilkan pentas seni Gladhen Puspito Laras berupa karawitan dan pagelaran wayang kulit oleh Ki Sumirat dari Kalurahan Donokerto hingga pergantian tahun. Pentas budaya tersebut digelar sebagai upaya pelestarian seni tradisi Jawa sekaligus pelaksanaan imbauan pemerintah agar perayaan Tahun Baru dilaksanakan secara sederhana tanpa pesta kembang api.









