Posyandu Matahari Sleman Direvitalisasi, Dukung Pencegahan Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

0

Sleman – Upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan di Kabupaten Sleman. Posyandu Matahari di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, kini memiliki wajah baru setelah direvitalisasi melalui Program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hasil kolaborasi BRI Peduli dan Rabu Biru Foundation.

Peresmian program tersebut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Rabu Biru Foundation, serta kader Posyandu dan masyarakat setempat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita.

Menurutnya, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode paling menentukan dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi, hingga penguatan layanan Posyandu harus menjadi perhatian bersama.

“Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa,” ujar Harda.

Ia berharap Posyandu Matahari dapat menjadi contoh bagi Posyandu lain di Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjutnya, juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, mengatakan revitalisasi Posyandu merupakan bagian dari Program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak.

Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan, edukasi gizi, pemberdayaan kader, sekaligus penguatan peran keluarga.

“Hari ini bukan sekadar meresmikan bangunan, tetapi meneguhkan komitmen bersama menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di banyak desa lainnya,” kata Toro.

Sementara itu, Niken Wastu Palupi dari Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia berkualitas dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan.

Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah memperkuat transformasi sistem kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mengubah orientasi pelayanan dari sekadar mengobati menjadi lebih menekankan upaya promotif dan preventif.

Melalui pendekatan tersebut, layanan kesehatan dihadirkan sedekat mungkin dengan masyarakat, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, hingga Posyandu dan kunjungan rumah.

“Posyandu menjadi garda terdepan karena kader mengenal kondisi kesehatan masyarakat di wilayahnya. Mereka dapat mendeteksi faktor risiko sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Di tingkat pelaksana, kader Posyandu Matahari Ika Agustin mengaku revitalisasi tersebut membawa banyak perubahan bagi pelayanan yang diberikan kepada warga.

Posyandu kini memiliki tambahan meja pelayanan, alat stimulasi tumbuh kembang anak, timbangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Selain pelayanan ibu hamil dan balita, Posyandu Matahari juga rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi orang dewasa dan lansia, seperti pengecekan tekanan darah, kolesterol, dan kondisi kesehatan lainnya dengan biaya Rp10.000.

Saat ini Posyandu Matahari melayani sekitar 65 balita, 8 ibu hamil, dan sekitar 300 lansia, dengan rata-rata 80 lansia aktif mengikuti kegiatan setiap bulan.

“Fasilitas sekarang jauh lebih lengkap. Harapannya program seperti ini tidak berhenti hanya satu tahun, tetapi terus berlanjut sehingga Posyandu kami bisa menjadi percontohan dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Ika.

Melalui revitalisasi tersebut, Posyandu Matahari diharapkan mampu menjadi model pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang lebih modern, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan warga sejak 1.000 hari pertama kehidupan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here