
Sleman – Dua ekor kerbau bule betina koleksi Mini Zoo Jogja Exotarium, yang terletak di Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta melahirkan anak pada Oktober dan November 2025. Kelahiran tersebut menjadi momen bersejarah bagi pengelola karena waktunya bertepatan dengan wafat dan pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta.
Kedua induk kerbau bule itu adalah Arimbi dan Gandari, yang merupakan keturunan langsung kerbau pusaka Kyai Slamet dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Anak dari Arimbi telah diberi nama Kinanti, sedangkan anak dari Gandari masih menunggu penamaan resmi dari Gusti Yudhoningrat dari Keraton Yogyakarta.
Pengelola Jogja Exotarium, Akbar Taruna, mengatakan Arimbi melahirkan lebih dahulu pada 17 Oktober 2025 atau Jumat Legi, sementara Gandari melahirkan pada Kamis Pahing 6 November 2025, sehari setelah pemakaman PB XIII di Surakarta.
Kedua anak yang lahir berjenis kelamin betina.
“Kami keluarga besar Mini Zoo Jogja Exotarium sedang berbahagia. Dua kerbau bule kami yang berasal dari keturunan kerbau pusaka Kasunanan Surakarta melahirkan anak betina. Ini momentum yang langka dan bermakna,” ujar Akbar di Sleman, Jumat (7/11/2025).
Menurut Akbar, proses kelahiran kedua kerbau berlangsung berbeda. Arimbi langsung menunjukkan naluri keibuan dengan menjilati anaknya sesaat setelah melahirkan, sedangkan Gandari perlu bantuan tim perawat karena sempat menjauh dari anaknya.

Akbar menilai momen kelahiran ini memiliki makna simbolik, karena bertepatan dengan masa duka wafatnya PB XIII.
“Seolah ada kesinambungan, setelah Sinuhun berpulang, lahirlah generasi baru dari keturunan kerbau pusaka. Ini pertanda baik bagi pelestarian budaya Jawa,” katanya.
Saat ini, Jogja Exotarium memiliki satu kerbau bule jantan dan dua betina. Namun untuk pejantan sedang ditukar untuk menjaga kualitas genetik, dan pihak pengelola berencana mendatangkan pejantan baru. Dengan tambahan 2 anak kerbau ini maka Jogja Exotarium akan memiliki total 5 kerbau bule.
Kelahiran dua anak kerbau bule ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-8 Jogja Exotarium, yang diharapkan dapat menjadi momentum bangkitnya dunia pariwisata dan konservasi satwa di Sleman.
Terlebih Jogja Exotarium secara rutin menggelar dua acara budaya yang melibatkan kerbau bule setiap tahun, yaitu saat peringatan Satu Suro dan ulang tahun Mini Zoo, sebagai bentuk pelestarian tradisi dan edukasi budaya bagi masyarakat.








