BBPPKS Yogyakarta Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlindungan Sosial

0

Jogja – Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta mengajak masyarakat menjadi agen perlindungan sosial (Perlinsos) untuk membantu memastikan bantuan sosial tepat sasaran melalui Gerakan Peduli Tetangga yang diinisiasi Kementerian Sosial RI.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Perlinsos Digital yang digelar bersamaan dengan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Melalui program ini, masyarakat dapat membantu mendaftarkan warga yang membutuhkan bantuan sosial serta mengajukan sanggahan apabila data penerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kepala Bidang Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Suparmin, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

“Ini memang butuh dukungan dari seluruh pihak. Karena untuk menjadikan agen maupun mendata ini kan memang semuanya tidak ada biaya yang harus kita keluarkan khusus,” kata Suparmin.

Ia menjelaskan, Perlinsos Digital dikembangkan dengan mengintegrasikan data sosial ekonomi dengan sejumlah sumber data lain, seperti data kelistrikan, kepemilikan sertifikat tanah, administrasi kependudukan, dan kepemilikan kendaraan bermotor.

Integrasi tersebut diharapkan membantu pemerintah memeriksa kesesuaian data penerima bantuan dengan kondisi sebenarnya. Jika warga menemukan data yang tidak sesuai, mereka dapat mengajukan sanggahan melalui mekanisme yang tersedia.

Suparmin menyebut saat ini untuk sementara program Perlinsos Digital di DIY baru dilakukan di Kabupaten Sleman dengan capaian partisipasi masyarakat mencapai sekitar 32 persen dari total penduduk. 

Menurut dia, sistem tersebut masih dalam tahap uji coba sehingga efektivitasnya dalam meningkatkan ketepatan sasaran bantuan belum dapat diukur secara menyeluruh.

Salah satu agen Perlinsos, Putri Puspitasari, mengaku senang bisa membantu warga di sekitarnya dalam mendapatkan bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos Digital. Ia juga kerap membantu menyampaikan sanggahan ketika data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Putri menyebut salah satu kendala pendaftaran adalah proses verifikasi foto yang mengharuskan agen bertemu langsung dengan warga agar foto yang diunggah terlihat jelas.

“Saya tertarik jadi agen Perlinsos agar bisa membantu orang-orang yang memang membutuhkan bantuan mendapatkan hak nya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) DIY, Siti Maryatun, berharap akses Perlinsos Digital dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan sosial.

Melalui Gerakan Peduli Tetangga, masyarakat diharapkan berperan aktif menyampaikan informasi mengenai kondisi warga di lingkungan sekitar. Partisipasi tersebut diharapkan membantu pemerintah memperbaiki data dan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here