
JOGJA — Sebagai upaya mencegah terjadinya klaster baru di masa pandemi Covid-19, tahun ini pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di dusun Muron, Maguwoharjo, Depok, Sleman dilakukan dengan menerapkan prokes secara ketat. Termasuk membentuk tim khusus yang bertugas membubarkan setiap kerumunan yang terjadi saat proses penyembelihan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia qurban 1442 hijriah Mushola Al Fatah di dusun Muron membentuk tim khusus satgas Covid-19. Tim yang berjumlah dua orang ini terus memantau dan mengawasi petugas maupun warga yang menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban.
Bahkan kedua orang yang ditugaskan ini tak segan membubarkan kerumunan yang setiap saat bisa terjadi ketika proses penyembelihan berlangsung. Kedua petugas satgas Covid-19 di tingkat RT ini sengaja dilibatkan untuk senantiasa memberikan edukasi atau himbauan serta peringatan melalui pengeras suara agar tidak terjadi kerumunan di tengah prokes penyembelihan hewan qurban.

“Sejak awal penerapan protokol kesehatan bagi panitia penyembelihan secara ketat dilakukan. Mulai dari cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, memakai masker, hingga menggunakan sarung tangan berbahan latek bagi petugas. Jumlah petugas panita penyembelihan hewan qurban tahun ini juga sengaja dikurangi,” ujar Panitia pelaksana Qurban Mushola Al Fatah, Agus Muntholib.
Uniknya proses penyembelihan hewan qurban di dusun Muron ini dilakukan dengan memanfaatkan inovasi teknologi sederhana. Berupa alat untuk merebahkan sapi yang terbuat dari besi ketika akan disembelih.
Pada hari raya Idul Adha tahun ini warga dusun Muron sendiri menyembelih hewan qurban sebanyak 2 ekor sapi dan dua ekor domba. Seluruh daging qurban dibagikan para warga sekitar termasuk yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.







