JOGJA — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan “Soft Opening Wahana Outbond Kesehatan Jurug Gedhe UAD”, di dusun Gembyong, Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul, Minggu (1/9).

Wahana outbond ini terdiri dari wahana papan berseri, jembatan titian, jembatan gantung, ular tangga edukasi kesehatan, fun game mencari jejak, dan game-game menarik untuk melatih kepemimpinan, motivasi, kerja sama, dan kekompakan.

Edukasi kesehatan sudah banyak tetapi edukasi kesehatan melalui wahana outbond kesehatan belum ditemukan di Gunungkidul dan ini sangat menarik untuk dikembangkan dan dijadikan contoh.

Program yang pendanaannya bersumber dari Kemenristekdikti ini diusung oleh Tim PKM UAD yaitu Ketua Dr Sitti Nur Djannah, Koordinator Dr Surahma Asti Mulasari MKes, Sulistyawati MPH, Dr Fatwa Tentama MSi, dan Tri Wahyuni Sukesi MPH.

Mewakili Bupati Gunungkidul, Wabup Dr Drs Immawan Wahyudi MH memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program PKM UAD ini.

“Harapannya UAD dapat terus bersinergi dengan Pemkab Gunungkidul dalam memajukan wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Soft opening dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Bidang Konsolidasi dan Peningkatan Kualitas Akademik UAD Dr Muchlas MT, Kepala LPPM UAD, Camat Patuk Gunungkidul, Kepala PKK Gunungkidul, Kadinpar Gunungkidul, Kadinkes Gunungkidul, GM Telkom Indonesia, Dekan FKM UAD, Kepala LPPI UAD, Sekprodi FKM UAD, Kades Ngoro-oro, dan Kades Ngalang. Kemudian dilakukan peninjauan dilokasi sekaligus mencoba secara langsung wahana outbond.

Dr Sitti menyampaikan bahwa edukasi kesehatan dalam bentuk wahana outbond di Gunungkidul masih belum ada.

“UAD melalui PKM ini mencoba membuat wahana outbond kesehatan ini yang nantinya harapannya akan menjadi salah satu objek wisata yang menjadi favorit di Gunungkidul,” jelasnya.

Dr Fatwa menyampaikan bahwa Program PKM ini merupakan Kolaborasi Keilmuan Kesehatan Masyarakat dan Psikologi yang diwujudkan dalam Wahana Outbond Kesehatan.

“Setiap wahana dan permainan dalam outbond ini memiliki makna dan arti yang terkait dengan kesehatan fisik dan psikis bagi peserta,” ungkapnya di Kampus 2 UAD, di Pandeyan, Jogja, Senin (9/9).

Dr Surahma menambahkan bahwa dalam agenda ini selain acara pembukaan juga dilakukan penandatanganan MoU antara Dinpar Gunungkidul dengan UAD yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan MoA.

“Kerjasama ini akan terus berlanjut dalam memajukan Gunungkidul, salah satunya melalui UAD,” katanya.(LEX)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here