
LINGKARJOGJA, Boyolali – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 84 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan workshop dan pelatihan pembukuan kas digital di Balai Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah.
Pelatihan pembukuan kas digital tersebut ditujukan bagi masyarakat setempat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain pelatihan pembukuan kas digital, masyarakat juga diberikan pemahaman akan pentingnya brand awareness.
Dalam pelatihan tersebut turut dihadirkan Fiska Amanda, alumni FKIP dari program studi Pendidikan Sejarah sekaligus owner “Brownislur”.
Ketua Panitia Abdul Ngalius Salam mengatakan, workshop atau pelatihan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat pelaku UMKM setempat untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan dapat meningkatkan perekonomian.
“Pelatihan ini memberikan keuntungan dalam pemantauan keuangan yang lebih akurat, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, dan mempersiapkan dasar yang kuat untuk pertumbuhan bisnis,” katanya di Balai Desa Sudimoro, Boyolali, pada akhir pekan kemarin.
Pihaknya berharap, acara tentang pentingnya brand awareness serta pelatihan soal pembukuan kas digital tersebut dapat memberikan dampak positif kepada pelaku UMK di desa setempat.
“Awalnya kami sangat khawatir akan antusias pelaku UMKM di Desa Sudimoro, tetapi setelah acara berjalan ternyata mereka sangat antusias dengan melempar beberapa pertanyaan kepada narasumber,” ungkapnya.
“Pesannya yaitu semoga dengan dilakukannya pelatihan ini, UMKM di Desa Sudimoro dapat lebih berkembang dan dapat bersaing dengan dunia luar,” tandasnya.
Sementara itu, Fiska Amanda selaku narasumber pada workshop itu menekankan terkait pentingnya identifikasi target dari pelaku UMKM. Yakni membantu dalam menyesuaikan konten agar lebih relevan dan menarik.
“Menghasilkan konten yang menarik adalah kunci dalam membangun brand awareness,” paparnya dalam kesempatan yang sama. (rls)








