Masuki Panen Kedua, Budidaya Melon Kalurahan Jerukagung Semakin Menggembirakan

0

Magelang – Budidaya melon premium di Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mulai menunjukkan hasil. Memasuki panen kedua, produksi melon yang dikembangkan BUMDes Agung Sejahtera Farm mengalami peningkatan dibandingkan panen perdana.

Panen kali ini menghasilkan lebih dari 4 kuintal melon dari dua varietas, yakni Intanon dan Honey Group. Selain bobot buah yang meningkat, tingkat kemanisannya juga lebih tinggi.

Pengurus BUMDes Agung Sejahtera Farm, Hariyatno, mengatakan pada panen sebelumnya rata-rata bobot melon hanya sekitar 1,2 hingga 1,3 kilogram per buah. Pada panen kedua, sejumlah melon memiliki bobot hingga 1,6 kilogram.

“Dari panen pertama dengan yang kedua ini ada peningkatan, baik berat maupun dari tingkat kemanisan,” kata Hariyatno.

Dari sisi rasa, melon Intanon pada panen sebelumnya memiliki tingkat kemanisan sekitar 14 Brix. Sementara Honey Group mampu mencapai 17 Brix dan pada panen kedua dapat berada di kisaran 17-18 Brix.

Menurut Hariyatno, capaian tersebut menjadi hasil evaluasi dari pengalaman budidaya sebelumnya. Pengelola mulai lebih memahami pengaturan pH, nutrisi, hingga perawatan tanaman.

Saat ini melon Intanon dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram. Varietas tersebut masuk kategori premium karena harga bibitnya relatif mahal, tetapi memiliki cita rasa yang dinilai istimewa.

“Intanon itu memang premium karena bibitnya mahal, tapi kualitas rasanya memang istimewa,” ujarnya.

Sementara Honey Group menjadi salah satu varietas yang dicoba untuk dikembangkan. Dibandingkan Intanon, teksturnya lebih lembut, tetapi tingkat kemanisannya lebih tinggi.

Budidaya tersebut awalnya memiliki sekitar 490 tanaman. Sebagian tanaman tidak tumbuh optimal dan mati akibat sejumlah kendala, termasuk busuk batang. Namun, tingkat kematian tanaman disebut tidak sampai 1 persen.

Lurah Jerukagung, Tri Wartanta, mengatakan pengembangan budidaya melon tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Menurut dia, kegiatan panen juga melibatkan anak-anak sekolah bersama orang tua. Mereka diajak melihat secara langsung proses budidaya hingga memetik melon yang telah siap dipanen.

“Anak-anak dari TK yang masih sekolah seperti ini akan mengerti di bidang bertani. Anak-anak sudah dilatih untuk menanam pohon melon, supaya nanti bisa bertani dengan sukses dan bisa meniru apa yang sudah berjalan,” kata Tri.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengenalkan pertanian kepada generasi muda sejak dini. Dengan begitu, bertani tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi salah satu pilihan cita-cita anak-anak.

Tri mengatakan pengembangan pertanian di desa juga akan terus dilakukan. Setelah budidaya melon, pemerintah desa berencana mengembangkan komoditas lain, termasuk bawang merah.

Persiapan untuk pengembangan bawang merah telah dimulai dengan pengolahan lahan. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang baik seperti budidaya melon.

“Kami berharap kegiatan akan tambah maju dan lancar, sukses dan mendapatkan hasil untuk masyarakat kita,” ujarnya.

Pengembangan melon di Jerukagung sekaligus menunjukkan bagaimana lahan pertanian dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi sekaligus pembelajaran. Anak-anak yang datang ke kebun tidak hanya melihat hasil panen, tetapi juga mengenal proses menanam dan merawat tanaman.

Dengan meningkatnya hasil pada panen kedua, BUMDes Agung Sejahtera Farm kini memiliki modal pengalaman untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkenalkan pertanian modern kepada generasi muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here