MBS Berbakti Terjunkan 2.500 Santri Untuk Bersihkan Masjid 

0

SLEMAN – Sebanyak 2.500 santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta diterjunkan untuk membersihkan lingkungan dan 31 masjid di 19 dusun sekitar MBS di Kapanewon Prambanan, Sleman, Minggu (1/2).

Aksi sosial bertajuk MBS Berbakti ini digelar dalam rangka Milad ke-18 MBS Yogyakarta sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut menyasar kawasan permukiman warga, jalan lingkungan, serta masjid-masjid yang berada di sekitar pesantren. Selain kerja bakti massal, MBS juga membagikan 31 paket alat kebersihan masjid sebagai bentuk dukungan konkret bagi jemaah dalam mempersiapkan sarana ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Ramadan.

Ketua Milad ke-18 MBS Yogyakarta, Singgih Yuniantoro, mengatakan kegiatan MBS Berbakti menjadi penutup rangkaian peringatan milad tahun ini. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme santri dan sambutan warga tetap tinggi. “Alhamdulillah, anak-anak sangat bersemangat dan masyarakat menyambut dengan luar biasa. Hal ini sesuai dengan tema milad kami, Mengabdi untuk Umat: Pesantren sebagai Pilar Intelektual dan Peradaban Dunia,” ujarnya.

Menurut Singgih, total santri yang dilibatkan dalam kegiatan ini mencapai sekitar 2.500 orang, terdiri atas santri putra dan putri jenjang SMP dan SMA, termasuk santri dari MBS AR Fachruddin, serta didampingi para ustaz dan ustazah.

Pimpinan MBS Yogyakarta, Muhammad Fauzan Yakhsya, menjelaskan bahwa kegiatan MBS Berbakti telah memasuki tahun kedua dan mendapat respons positif dari warga. “Masyarakat sangat senang dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Ini wujud bakti pesantren sekaligus kerja sama yang baik antara pondok dan warga sekitar,” ungkapnya.

Selain aspek sosial, Fauzan menegaskan kegiatan ini juga sarat nilai pendidikan karakter bagi santri. Nilai keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat kekeluargaan ditanamkan melalui praktik nyata di tengah masyarakat. “Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya, ketika santri belajar memberi manfaat langsung bagi umat,” katanya.

Singgih menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi sarana penting bagi santri untuk belajar hidup bermasyarakat sejak dini. Melalui aktivitas langsung di lapangan, santri dilatih mengasah kepekaan sosial, kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab sebagai bagian dari warga masyarakat. “Ini bekal penting agar kelak mereka siap terjun di tengah masyarakat setelah lulus dari pondok,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here