
JOGJA — Jajaran Kepolisian Daerah lstimewa Yogyakarta (Polda DIY) kembali melakukan kegiatan bakti sosial dalam rangka penanggulangan Covid-19. Seperti sebelum-sebelumnya, bakti sosial dilakukan dalam bentuk pembagian paket sembako kepada warga masyarakat terdampak Virus Corona.
Penerima bantuan paket sembako kali ini adalah keluarga eks narapidana teroris yang ada di wilayah Yogyakarta. Secara simbolis pembagian paket sembako ini dilakukan di rumah salah seorang penerima bantuan dusun Blembem Kidul, padukuhan Dero Wetan, desa Harjobinangun, kec Pakem, SlemaSasarann, pada Selasa (12/05/2020).
IPDA Sumawan Isnuworo selalu Panit A Subdit IV Kamneg Ditintelkam Polda DIY, mengatakan pembagian paket sembako gratis ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polda DIY kepada warga masyarakat yang terdampak Virus Corona atau Covid-19. Tak terkecuali mereka para eks narapidana teroris di wilayah Yogyakarta.
“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan perhatian kita kepada mereka (eks keluarga teroris). Karena mereka juga merupakan bagian dari masyarakat. Yang telah berubah dari dulu seperti itu, sekarang menjadi lebih baik. Sudah bermasyarakat lagi dengan bagus. Sehingga harus kita perhatikan lagi,” ungkap IPDA Sumawan Isnuworo.
Lebih lanjut dijelaskan, total penerima bantuan pada kegiatan bakti sosial kali ini tercatat ada sebanyak 5 keluarga eks narapidana teroris. Yakni M. Saefudin di kecamatan Moyudan, Salman di kecamatan Prambanan, Jack Harun di kecamatan Lendah, kulonprogo serta Fajar Dwi di kecamatan Pakem Sleman. Bantuan yang diberikan berupa sembako serta sejumlah makanan untuk keperluan sehari-hari.
Sementara itu salah seorang penerima bantuan, Fajar Dwi Setyo mengaku sangat bersukur dan berterimakasih atas bantuan dari jajaran Polda DIY ini. Ia menyebut bantuan sembako dan makanan ini sangat membantu di tengah sulitnya situasi akibat pandemi Virus Corona seperti sekarang ini.
“Tentu sangat membantu, apalagi di situasi serba susah seperti sekarang ini. Alhamdulillah bisa menerima bantuan seperti ini. Bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Fajar sendiri merupakan eks narapidana teroris dengan 3 anak yang semenjak pandemi Virus Corona ini tak bisa bekerja. Sebelumnya ia menafkahi keluarga dari hasil menjadi buruh pasir dan batu di Muntilan. Kini ia pun hanya hidup dari hasil bertani dan memelihara ternak di lahan yang ia sewa dari ayahnya.








