Ponpes Sunan Kalijaga Bantul Konsisten Ajarkan Pendidikan Kebangsaan

0

JOGJA – Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, yang terletak di dusun Gesikan RT 5 Panggungharjo, Sewon, Bantul, selama ini selalu konsisten menyelenggarakan proses pendidikan terpadu/menyeluruh bagi setiap santrinya. 

Meski merupakan lembaga pendidikan yang berakar ke-Islaman yang kuat, namun Pondok Pesantren Sunan Kalijaga yang dipimpin Kyai Benny Susanto, SAg Msi, ini juga selalu aktif mengajarkan nilai-nilai kebangsaan

“Disamping diberikan pendidikan ke-Islaman, santri disini juga kita ajarkan pendidikan kebangsaan. Agar jangan sampai pendidikan ke-Islaman-nya dominan, namun pendidikan ke-indonesiaan-nya justru ditinggalkan. Nanti akan jadi timpang,” ungkap Benny Susanto. 

Benny menyebut mengajarkan pendidikan kebangsaan kepada para santrinya merupakan sebuah amanah. Pasalnya bagaimanapun kecintaan terhadap tanah air itu, menurutnya merupakan bagian dari keimanan. 

Disamping mengajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada santri lewat forum kajian rutin setiap hari, Pondok Pesantren Sunan Kalijaga ini juga rutin mengajak santri-santrinya untuk melakukan sejumlah kegiatan yang bertujuan memupuk rasa cinta tanah air. Seperti misalnya melakukan kegiatan upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

“Prinsip pengajaran di Ponpes Sunan Kalijaga ini ada tiga. Yakni transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Transfer nilai (transfer of value) misalnya mengajarkan untuk menghormati kebudayaan, bangsa, tanah air, simbol negara, pemimpin bangsa dan lain-lain. Serta ketiga adalah transfer of spiritual,” bebernya. 

Menurut Benny Susanto pendidikan ke-Islaman yang kuat tanpa disertai dengan perspektif paham kebangsaan, dinilai akan berpotensi memunculkan ‘Two Politically Oriented’ atau agama sebabai alat politik. 

Hal semacam ini dinilai sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok/golongan tertentu. Serta dapat memunculkan politik identitas di tengah masyarakat. 

“Kalau agama jadi tujuan politik bahaya. Karena pasti masing-masing pasti punya kepentingan,” ungkapnya.

Karena itu, Benny yang merupakan Wakil Katib Syuriah PWNU DIY, menilai pentingnya mendoromg para tokoh agama untuk mempersiapkan masyarakat, agar tidak mudah terombang ambingkan dengan penggunaan ‘Two Politically Oriented’ semacam ini. 

“Jangan sampai masyarakat diombang-ambingkan untuk kepentingan jangka pendek. Sebab agama tidak boleh menjadi sumber permasalahan, tapi harus jadi solusi,” pungkasnya.

Ponpes Sunan Kalijaga di dusun Gesikan RT 5 Panggungharjo, Sewon, Bantul, sendiri merupakan Pondok Pesantren binaan Jajaran Kepolisian DIY. Khususnya Unit C Subdit IV Ditintelkam Polda DIY. 

Ponpes ini terletak di tengah pemukiman warga dusun, serta memiliki sekitar 50 santri, yang berasal dari berbagai daerah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here