
Kulon Progo – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrib disapa Titiek Soeharto kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo Senin (02/03/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan putri Presiden ke-2 RI HM Soeharto itu sebagai bagian kegiatan rutin anggota dewan ke dapil masing-masing di masa reses di tahun 2026.
Dalam kunjungan kali ini Titiek Soeharto, kembali melakukan kegiatan temu warga untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan. Mulai dari petani, peternak, nelayan hingga ibu-ibu anggota KWT.
Pada kunjungan pertama Titiek Soeharto nampak mengunjungi warga di Kalurahan Kaliagung Sentolo, lalu dilanjutkan ke lokasi kedua di Kalurahan Margosari Pengasih dan lokasi ke tiga di Kalurahan Kedungsari Pengasih.
Di lokasi ketiga tersebut, Titiek Soeharto yang hadir dengan didampingi sejumlah anggota dewan dari fraksi partai Gerindra baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten, tampak melakukan dialog dengan warga masyarakat.

Selain itu Titiek juga turut membagikan sejumlah paket Sembako kepada puluhan Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) se Kabupaten Kulon Progo.
Tak hanya itu Titiek juga nampak turut menyalurkan paket bantuan berisi ikan segar yang menjadi bagian program Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Bantuan paket ikan ini diberikan kepada masyarakat dan diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi keluarga, membiasakan anak mengonsumsi ikan, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di kabupaten Kulon Progo.
Terlebih Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini merupakan salah satu kabupaten dengan angka stunting tertinggi di DIY.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Titiek.
Kehadiran Titiek Soeharto di tengah masyarakat sendiri nampak mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang hadir.
Mereka mengaku senang dengan keberadaan Titiek Soeharto sebagai Wakil rakyat, yang selama ini telah banyak memberikan manfaat bagi warga.
“Terima kasih bu Titiek, kemarin kita sudah mendapatkan bantuan berupa paket ayam merah putih. Sehingga kita bisa memproduksi telur secara mandiri,” ujar salah seorang anggota KWT.








