
Sleman – Ribuan santri antusias mengikuti kegiatan Ta’aruf Akbar yang digelar sebagai bagian dari awal tahun ajaran baru 2025/2026 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS), Dusun Marangan, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.
Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan pondok kepada para santri baru, terutama yang berasal dari luar daerah. Ta’aruf Akbar juga menjadi ajang saling mengenal antarsantri, sekaligus sebagai sarana hiburan di tengah proses adaptasi kehidupan jauh dari orang tua.
Digelar selama satu hari penuh sejak pagi hingga malam, kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri, baik yang lama maupun baru. Beragam prosesi disajikan dalam rangkaian acara, mulai dari upacara pengibaran bendera Merah Putih, pengenalan pimpinan pondok melalui sambutan resmi, hingga parade kelompok santri. Penampilan atraksi pencak silat dari Tapak Suci, IPSI, dan kelompok usaha pondok turut memeriahkan acara.
Santri baru asal Mojokerto, Jawa Timur, Rivan Ifadol Yusuf, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ia telah mempersiapkan diri sejak lama agar bisa diterima di pondok impiannya dengan belajar bahasa Arab secara mandiri. Meskipun sempat merasa sedih karena jauh dari orang tua, Rivan menyebut Ta’aruf Akbar membantunya lebih semangat menjalani kehidupan pondok dan mengenal teman-teman baru.
Hal senada diungkapkan Nur Susilayanti, santri asal Malaysia, yang menilai kegiatan ini sangat membantunya dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pimpinan Pondok Pesantren MBS, Didik Riyanta, S.Sos.I, menjelaskan bahwa dalam kegiatan Ta’aruf Akbar juga disampaikan sejumlah materi penguatan, seperti sejarah berdirinya pondok, hingga pengenalan unit-unit usaha di lingkungan sekolah.
Tahun ini, Ta’aruf Akbar diikuti oleh sekitar 800 santri baru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).








