
Karanganyar – Nekad, satu kalimat yang tepat disematkan salah satu pengusaha asal Solo, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, demi mewujudkan mimpi membangun sebuah kawasan wisata yang terintegrasi dan bertaraf internasional, ia rela merogoh kocek dalam-dalam hingga seratusan milliar.
Ya, inilah Puspo Wardoyo, pemilik brand ternama “Ayam Bakar Wong Solo”, tengah membangun kawasan wisata megah yang masuk di wilayah Desa Gagak Sipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali dan Desa Gawanan serta Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.
Kawasan Wisata yang juga berada bantaran Kali Pepe ini dinamai Kali Pepe Land, sebuah objek wisata dengan destinasi sungai sebagai daya tariknya, seperti halnya objek-objek dunia yang memanfaatkan sungai, seperti di Jerman maupun Thailand.
Kali Pepe Land memanfaatkan lahan seluas hampir satu setengah hektar. Lahan itu memanjang disepanjang bantaran Kali Pepe. Sementara hotel atau penginapan yang dibangun untuk menyediakan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara menggunakan lahan yang dibeli mandiri.
Puspo Wardoyo mengaku membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mewujudkan Kali Pepe Land secara utuh dan keseluruhan. Saat ini Kali Pepe Land sudah memasuki tahun ke 4, dalam proses pembangunannya. “Ini mau masuk tahun ke empat, masih butuh 3 tahun lagi. Baru 40 persen kira2 penataan dan pembangunan di Kali Pepe Land, dan sekitar Rp 40 milliar yang sudah keluar,” kata Puspo Wardoyo saat bertemu awak media asal Karanganyar, belum lama ini.
Pria 67 tahun ini mengungkapkan, setidaknya membutuhkan waktu 7 tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya membangun kawasan wisata berbasis UMKM kemasrakatan, edukafif, serta bertaraf internasional. Total nilai investasi yang dikeluarkan untuk membangun Kali Pepe Land mencapai Rp 150 milliar. Nilai yang fantastis untuk bisa mewujudkan objek wisata yang dikelola secara mandiri, meskipun ivestasi berasal dari sejumlah koleganya.
Dalam benak Puspo Wardoyo, Kali Pepe Land diproyeksikan objek wisata pertama di Indonesia yang mampu menyajikan secara komplit arena bermain, play ground, pusat kuliner jajanan masyarakat yang tergabung dalam UMKM serta edukasi kepada pengunjung.
Tak hanya semata-mata objek wisata, pria yang sudah melalang buana ke berbagai negara untuk membuka usahanya itu juga membangun dua hotel sebagai pelengkap. “Ada nilai plusnya tersendiri di Kali Pepe Land nanti. Yakni ada edukasi, dimana pengunjung bisa belajar dan melihat langsung cara pembuatan tahu tempe. Karena kita sediakan juga pabriknya di sini,” ungkapnya.
Kehadiran Kali Pepe Land juga menjadi asa tersendiri bagi warga sekitar, baik yang masuk Boyolali maupun Karanganyar. Mereka pun ditampun dan dipekerjakan di objek wisata yang sengaja dirintisnya tersebut. Tak hanya itu, setidaknya nanti ada 500 UKM dan UMKM yang masuk di objek wisata dan tidak dikenakan biaya alias gratis.
“Saat ini setiap Minggu sudah ada Pasar Tumpah. Ini sebagai sarana UMKM warga sekitar untuk bisa menjajakan produk terbaiknya. Semuanya gratis, tidak kami tarik. Nanti ini akan menjadi wahana wisata yang paling komplit,” imbuhnya.
Berada di bantaran Kali Pepe yang rawan akan adanya banjir setiap musim penghujan, Puspo Wardoyo memastikan sudah ada keamanan tersendiri. Termasuk adanya alarm warning system untuk antisipasi kebencanaan, selain mutu dan kualitas bangunan yang ada sudah memiliki standar keamanan tersendiri.
Dalam perjalanannya, pembangunan Kali Pepe Land ini disoal dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) karena belum mengantongi ijin. Hanya saja dalam perkembangannya, Puspo Wardoyo mengaku sudah mengajukan ijin sejak 3 tahun yang lalu, dan saat ini sudah on progress. (hr)








