
JOGJA — Yayasan Gema Salam yang merupakan yayasan yang menaungi mantan narapidana terorisme secara resmi mulai dibuka di wilayah Yogyakarta pada Jumat (11/09/2020). Peresmian dilakukan secara langsung oleh Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM.
Ketua Yayasan Gema Salam, yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, Joko Tri Hermanto atau akrab disapa Jack Harun, mengatakan tujuan didirikannya Yayasan Gema Salam tak lain adalah sebagai wadah pembinaan bagi seluruh mantan narapidana terorisme.
Selain untuk mengembalikan mantan narapidana terorisme ke dalam pangkuan NKRI, adanya Yayasan Gema Salam ini juga diharapkan dapat membantu secara ekonomi maupun sosial para eks napiter selepas keluar dari tahanan.
“Dibukanya Yayasan Gema Salam di wilayah Yogyakarta ini diharapkan dapat membantu rekan-rekan kita eks narapidana terorisme yang berada di Jogja. Sehingga mereka bisa seutuhnya kembali ke NKRI. Bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya serta merintis usaha untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik,” ujarnya.

Bekerjasama dengan jajaran Kepolisian maupun BNPT, Yayasan Gema Salam selama ini aktif memberikan bantuan modal usaha di berbagai bidang termasuk pelatihan-pelatihan ekonomi pada anggotanya. Tak hanya itu Yayasan Gema Salam juga rutin mengajak eks napiter untuk memberikan testimoni ataupun pengarahan-pengarahan di sejumlah instansi seperti sekolah.
Hal ini dilakukan sebagai bagian atau upaya menanamkan pemahaman ke generasi muda agar tidak terlibat dalam pemahaman maupun kelompok-kelomok radikal yang bertentangan dengan NKRI.
Sementara itu Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM, menyambut baik diresmikannya Yayasan Gema Salam di wilayah Yogyakarta. Ia berharap adanya Yayasan Gema Salam ini dapat menjadi wadah bagi mantan narapidana terorisme untuk bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik lagi.
“Ini merupakan sebuah langkah yang bagus, karena bagaimanapun kita semua adalah saudara. Tidak usah diungkit masa lalu. Kita harus menatap ke depan, untuk menata dan membangun keluarga, bangsa dan negara,” ungkapnya







