
Jogja – Begitu cepat respon positif para insan panahan tradisional di wilayah Jogja terhadap kabar akan dibentuknya Fespati DIY. Hanya dengan hitungan hari, Musda Fespati DIY akhirnya terselenggara di Kampoeng Mataraman Panggungharjo Sewon Bantul, hari Minggu, 20 Maret 2022 dari jam 11.00 – 14.00 wib.
Musda Fespati Diy secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Fespati Pusat Reno Julianto, serta dihadiri Ketua bidang organisasi pusat coach Risky Abu Geandra.
Dalam sambutannya, Reno Julianto menegaskan bahwa Fespati adalah wadah yang menyatukan club-club panahan yang tersebar begitu banyak di Nusantara dengan ciri khas yang beragam, sehingga keunikan club panahan merupakan kekayaan seni panahan tradisional yang harus kita jaga bersama.
Fespati bukan menghapus club-club panahan, malah justru sebagai wadah pemersatu, tempat berdiskusi dari club-club panahan yang telah ada.
Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia) menaungi pemanah-pemanah tradisional yang secara resmi berada dibawah KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), KORMI setingkat dengan KONI dan dibawah Kemenpora.
Hasil Musda Pertama Fespati DIY disampaikan oleh pimpinan sidang Wadji Pranowo dan Haris Sugiharto. Menetapkan ketua umum pengurus daerah Fespati DIY terpilih secara aklamasi adalah Agung Chrisnaputra untuk masa bakti 2022-2026.
Ketua terpilih, Agung Chrisnaputra meyakinkan bahwa melalui wadah Fespati DIY, club-club panahan yang tersebar di Yogyakarta akan kita rangkul dan akan pula berikhtiar membentuk pengurus-pengurus cabang Fespati di kabupaten dan kota, dengan izin Alloh semoga terwujud.**







