
Sleman – SD Muhammadiyah Karangharjo Berbah, menggelar acara wisuda akbar tahun 2026 bertempat di komplek sekolah Jl Kaliajir Kidul, Bedilan, Kalitirto, Brebah, Sleman, Yogyakarta, Senin (25/05/2026).
Acara wisuda akbar siswa ini berlangsung meriah dengan diramaikan berbagai acara yang memadukan aspek spiritualitas keagamaan maupun kreativitas para siswa.
Kepala SD Muhammadiyah Karangharjo Berbah, Hartoyo menjelaskan, wisuda akbar kali ini diikuti oleh 208 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Pada pagi harinya kegiatan wisuda diisi dengan pameran karya siswa serta market day, yang merupakan output dari penerapan pendidikan berbasis Profil Lulusan 8 Dimensi.
Yakni sistem pendidikan yang berakar dari nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila meliputi Keimanan dan Ketaqwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi.
Selanjutnya pada siang harinya acara diisi dengan penampilan atau demonstrasi para siswa di bidang seni dan keagamaan mulai dari pentas musik, hafalan surat Al Quran, ketuntasan iqra, dan ujian praktik ibadah salat.

Dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Berbah, Pengawas SD Korwil Berbah, Majelis Dikdasmen PCM Berbah, Pengawas PAI, komite sekolah, serta seluruh orang tua wali siswa acara berlangsung kidmad sekaligus meriah.
Hartoyo sendiri menyebut SD Muhammadiyah Karangharjo Berbah mengintegrasikan ketuntasan baca tulis Alquran, hafalan Juz 30, dan praktik ibadah salat sebagai standar kelulusan wajib seluruh siswa
Untuk program tahfiz atau hafalan, pihak sekolah menargetkan hafalan surat Juz 30 dibagi secara proporsional dari kelas 1 sampai kelas 6 hingga tuntas. Sehingga diharapkan setelah siswa lulus, dipastikan sudah hafal semua surat Juz 30 Al Quran.
Selain penguatan karakter agama, pihak sekolah juga membekali siswa dengan simulasi mitigasi bencana, seperti antisipasi gempa bumi atau angin puting beliung.
Langkah ini diambil sebagai respons kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust. Edukasi mitigasi bencana tersebut dikemas secara kreatif melalui metode musik dan gerakan agar mudah dipahami anak.

Sementara itu, Pengawas PAI Kemenag Kabupaten Sleman, Fitriyah Rohmatin memberikan apresiasi tinggi atas ikhtiar sekolah. Menurutnya, kemampuan mengaji dan pemahaman salat yang benar sejak dini akan membentuk benteng spiritual yang kuat untuk menjaga lisan serta perilaku anak sehari-hari.
Di sisi lain, Fitriyah juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter di lingkungan sekolah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya keteladanan dari orang tua saat anak berada di rumah.
“Walau program sekolah sudah bagus, namun orang tua juga harus tetap mendampingi anak di rumah. Kolaborasi yang baik ini akan membawa keberkahan untuk kita semua,” katanya.
Sementara itu salah satu orang tua/ wali murid siswa, Sumarni, mengaku bersyukur anaknya bisa lulus dengan baik dalam acara wisuda kali ini.
Ia mengaku sengaja menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Karangharjo karena kuatnnya pendidikan karakter berbasis agama Islam yang diajarkan pihak sekolah terhadap para siswa.
Ia menilai bekal pendidikan karakter berbasis spiritualitas yang diajarkan sekolah ini sangat penting untuk membentuk akhlak anak guna menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.








