Kurang Guru Jadi Kendala Badko TKA TPA Kabupaten Sleman

0

Slemsn – Jumlah guru pendamping atau ustadz dan ustadzah pengajar di Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an (badko tka dan tpa) Kabupaten Sleman masih sangat kurang. Karenanya sangat penting dilakukan regenerasi, salah satunya dengan cara rutin melakukan pelatihan-pelatihan terutama bagi ustad ustadzah yang masih muda dengan kriteria tertentu.

Dengan jumlah hampir seribu unit yang tersebar di 17 Kapanewon, Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an (badko tka dan tpa) Kabupaten Sleman terus melakukan upaya penambahan guru pendamping untuk dididik menjadi ustad-ustadzah.

Hal itu dikatakan Ketua Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an (badko tka dan tpa) Kabupaten Sleman, Mujiyono saat ditemui dalam kegiatan wisuda kenaikan tingkat santri tahun 2025.

“Untuk saat ini masing-masing unit hanya memiliki dua hingga tiga orang ustadz ustadzah”.

Kurangnya guru pendamping ini disebut jauh dari ideal. Padahal, dijelaskan peran dan keberadaan taman kanak-kanak al qur’an dan taman pendidikan al qur’an sangat penting dalam upaya dini membentuk karakter anak yang cerdas dan berakhlak mulia.

Dalam proses pembelajarannya, para santri tak hanya diajarkan untuk mengahapal saja, melainkan juga diberikan pembelajaran adab sesuai agama islam/ seperti tak hanya sebatas menghapal doa sebelum makan. Akan tetapi juga adab makan seperti tidak boleh makan sambil bicara dan sambil berdiri. Terlebih sesuai ikrarny, santri dan santriwati diajarkan untuk sholat lima waktu, taat kepada orang tua dan bertutur kata yang sopan.

Diwisudanya tujuh ratus tiga belas santri-santriwati tka-tpa ini diapresiasi bupati sleman, Harda Kiswaya, Dalam pesannya, para santri tka dan tpa menjadi anak yang cerdas, berakhlak dan berbudi luhur dengan landasan agama yang kuat.

“mudah-mudahan dengan agenda ini salah satunya bagaimana kedepan itu bisa kita hilangkan karena betul betul generasi penerus ini siap dng kemampuan yang pintar cerdas namun dengan budi pekerti yang bagus karena dasar agamnya kuat”, tegas Harda Kiswaya.

Sementara itu, Winarti salah seorang guru pendamping dari Sidomulyo, Kapanewon Godean sangat bersyukur 11 santrinya berhasil ikut wisuda tahun ini bersama santri dari TKA TPA lain.

“Saya seneng sih ini kan tingkatnyakan Kabupaten Sleman karena biasanya hanya di kecamatan, dan ini hasil kita mengajar Bersama teman teman yang lain”, ujarnya disela wisuda.

Dalam setiap proses belajarnya, ratusan santri di kabupaten sleman ini memperoleh materi yang diajarkan melalui kurikulum aktif yang sudah ada yakni belajar iqra langsung mengenali huruf dengan membaca, praktik-praktik sholat, bacaan harian dan ayat-ayat pilihan dalam suasana belajar yang menyenangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here