Puncak Hari Jadi ke-80 Wedomartani, Warga Gelar Kirab dan Upacara Budaya

0

SLEMAN – Kirab budaya yang diikuti warga dari seluruh padukuhan mengawali puncak peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Wedomartani, Sabtu (7/11/2026). Mengenakan busana Jawa, warga berjalan mengelilingi desa sebelum mengikuti upacara merti desa yang sarat makna kebersamaan dan pelestarian tradisi.

Puncak perayaan yang dipusatkan di Lapangan Dolo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, itu menjadi momentum untuk mengenang sejarah terbentuknya kalurahan sekaligus mempererat kerukunan masyarakat.

Salah satu prosesi utama dalam upacara tersebut adalah simbolisasi bersatunya empat kalurahan lama menjadi satu Kalurahan Wedomartani. Masing-masing wilayah membawa panji-panji sebagai penanda identitas. Mereka juga membawa air suci dalam kendi yang kemudian disatukan.

Penyatuan air tersebut menjadi simbol kehidupan dan persatuan empat wilayah yang kini berada dalam satu pemerintahan kalurahan.

Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut dan pembagian gunungan. Setelah rangkaian upacara selesai, warga menikmati makan bersama di Balai Kalurahan Wedomartani.

Suasana perayaan semakin semarak dengan penampilan kesenian masyarakat, termasuk tari-tarian dan gamelan Bali yang menjadi salah satu potensi seni budaya di Wedomartani.

Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto, mengatakan tema peringatan tahun ini adalah “Amarta Aji”. Tema tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan harapan dan cita-cita masyarakat dalam membangun kalurahan.

“Amarta” merupakan lambang kalurahan yang dimaknai sebagai aman, mandiri, rukun, dan takwa. Sementara “Aji” berarti unggul.

Melalui tema tersebut, Teguh berharap Wedomartani mampu terus berkembang dan memiliki keunggulan di berbagai bidang.

Ia juga berharap masyarakat semakin solid, kompak, dan sejahtera. Kemajuan kalurahan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga adat istiadat, tradisi, budaya, serta semangat gotong royong.

“Harapannya Wedomartani semakin maju, sejahtera, semakin solid dan kompak. Kita juga berdoa kepada Tuhan agar seluruh harapan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Wedomartani berlangsung meriah melalui sejumlah kegiatan sejak awal November 2026.

Rangkaian acara diawali dengan gelar potensi wisata di Kompleks Candi Gebang pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan dilanjutkan Gebyar PAUD serta pentas seni Badui dan dagelan hingga Festival Gamelan di Pendopo Kantor Kalurahan pada Rabu-Jumat (4-6/11/2026)

Pada 7 November, masyarakat disuguhi pentas wayang kulit oleh Ki Utoro Widayanto dengan lakon “Wahyu Senopati”.

Setelah puncak merti desa pada Sabtu, rangkaian perayaan berlanjut dengan pentas seni jathilan oleh Kudho Praneso dari Gamping Tengah di Lapangan Dolo pada Minggu (8/11/2026). Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan ziarah kubur ke makam para mantan lurah pada Senin (9/11/2026).

Melalui rangkaian peringatan tersebut, pemerintah kalurahan berharap Hari Jadi ke-80 tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat sejarah, memperkuat persatuan warga, dan melestarikan kekayaan budaya Wedomartani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here