
JOGJA — Polda Daerah lstimewa Yogyakarta melalui Direktorat Intelejen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda DIY, tak henti menggandeng mahasiswa Papua dan masyarakat Papua yang tinggal di Yogyakarta untuk senantiasa menjaga tali silaturahmi dan keakraban.
Salah satu contoh bentuk silaturahmi yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan rutin seperti olahraga futsal, olahraga sepakbola, hingga kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih masal asrama Papua Kamasan Yogyakarta pada Senin (23/03/2020).
Disamping agar mahasiswa dan masyarakat Papua dapat kuliah dengan nyaman dan aman, kegiatan silaturahmi ini juga dilakukan untuk menggandeng mahasiswa Papua melakukan kegiatan positif yakni menjaga kesehatan dan kebersihan demi mencegah serta menangkal penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Terlebih Pandemi Virus Corona telah menyebar hingga sejumlah wilayah Daerah lstimewa Yogyakarta sehingga pola hidup sehat dan menjaga kebersihan harus menjadi prioritas bagi mahasiswa Papua di asrama Kamasan Yogyakarta.

Kanit II Subdit IV Ditintelkam Polda DIY, Kompol Danang Wibowo SH MH didampingi Panit II Subdit IV IPDA Sumawan mengatakan pelaksanaan kegiatan olahraga dan kerja bakti bersih-bersih asrama Papua ini dilakukan di tengah kefakuman kegiatan perkuliahan akibat virus Corona.
“Saudara-saudara kita mahasiswa Papua saat ini sedang tidak ada kegiatan perkuliahan karena kampus mereka diliburkan menyusul pandemi Virus Corona. Untuk mengisi kefakuman masa kuliah itu maka kita ajak mereka melakukan upaya pencegahan dengan berolahraga serta gotong royong menjaga kebersihan lingkungan asrama lewat kerja bakti,” katanya.
Kegiatan olahraga seperti futsal dan sepakbola diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh setiap mahasiswa agar tetap fit dan bugar sehingga tidak mudah terserang virus Corona. Sementara menjaga kebersihan lingkungan asrama juga penting dilakukan agar potensi virus Corona tidak berkembang dan lingkungan menjadi lebih sehat.
“Di tengah kefakuman masa perkuliahan akibat virus Corona, para mahasiswa Papua ini mayoritas tetap berada di Yogyakarta untuk mengikuti kuliah secara online. Karena untuk pulang ke kampung halaman cukup jauh dan membutuhkan biaya mahal. Di sela kegiatan itulah kita ajak mereka melakukan kegiatan positif yang terarah agar tidak jenuh namun bermanfaat bagi semua,” katanya.







