Titiek Soeharto Salurkan Bantuan Alsintan dan Dorong Modernisasi Pertanian di Gunungkidul

0

GUNUNGKIDUL — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian nasional dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (2/6/2025).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Titiek secara simbolis menyerahkan tujuh unit rice transplanter kepada sembilan kelompok tani penerima manfaat. Bantuan ini merupakan bagian dari aspirasi Komisi IV DPR RI untuk mendukung program ketahanan pangan nasional serta mempercepat proses modernisasi pertanian, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti Gunungkidul.

“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu petani bekerja lebih cepat dan efisien. Kami ingin pertanian menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda. Pertanian harus naik kelas,” ujar Titiek Soeharto di hadapan para petani dan pejabat daerah.

Selain rice transplanter, Titiek menyebut bahwa Komisi IV DPR RI juga telah menyalurkan berbagai jenis bantuan alsintan lainnya ke Gunungkidul selama beberapa tahun terakhir. Bantuan tersebut meliputi handsprayer, traktor roda dua dan roda empat, ribuan benih jagung, ayam petelur, pompa air, hingga paket perangkat uji tanah sawah.

Dorong Distribusi Merata dan Tepat Sasaran

Titiek menegaskan bahwa seluruh program bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian akan terus diupayakan agar disalurkan secara merata, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan lokal, terutama di wilayah DIY yang memiliki beragam karakteristik pertanian.

“Komisi IV akan terus mengawal dan memperjuangkan agar bantuan alsintan ini benar-benar menjangkau petani di wilayah yang potensinya besar tetapi masih terbatas secara fasilitas,” katanya.

Apresiasi dari Pemda dan Usulan Strategis

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Titiek Soeharto dalam mendorong transformasi pertanian di wilayahnya.

“Bantuan ini sangat membantu dalam menekan biaya tanam dan meningkatkan efisiensi kerja petani. Kami juga berharap ini mampu menarik minat generasi muda untuk kembali ke pertanian,” ucap Endah.

Endah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengusulkan kepada Titiek agar Komisi IV DPR RI mendukung percepatan pembangunan 37 titik sumur ladang, proyek strategis yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan (Unhan). Keberadaan sumur ladang dinilai sangat vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan yang mengalami kekurangan air seperti Gunungkidul.

Respons Positif dari Petani

Sejumlah petani penerima manfaat menyambut baik bantuan rice transplanter yang diberikan. Mereka menilai alat ini sangat membantu dalam menghemat waktu dan biaya produksi, sekaligus menjadi solusi atas makin berkurangnya tenaga kerja tani di lapangan.

“Dengan alat ini, kami bisa menanam lebih cepat dan tidak tergantung pada tenaga manusia. Ini adalah jawaban atas tantangan pertanian modern yang makin kompleks,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani.

Komitmen Jangka Panjang

Titiek Soeharto menegaskan bahwa upaya modernisasi pertanian tidak akan berhenti pada bantuan alat saja. Komisi IV DPR RI juga berkomitmen mendorong peningkatan pelatihan, akses pasar, dan pendampingan teknologi agar petani di seluruh Indonesia bisa naik kelas dan lebih mandiri.

“Pertanian adalah fondasi ketahanan bangsa. Jika kita ingin kuat sebagai negara, maka petani harus menjadi pilar utama yang diberdayakan secara menyeluruh,” pungkas Titiek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here