ASAR Humanity Inisiasi Gerakan Pemulihan Sumatera

0

ASAR Humanity menginisiasi gerakan “Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali”, sebuah movement campaign untuk mendampingi pemulihan masyarakat pascabencana banjir di Sumatera, dengan fokus awal di wilayah Aceh.

Gerakan ini tidak diposisikan sebagai kerja satu lembaga, melainkan sebagai gerakan bersama yang mengajak masyarakat, relawan, komunitas, mitra, media, dunia usaha, hingga pemerintah setempat untuk terlibat dan berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

“Pemulihan tidak bisa dikerjakan sendirian. Ia membutuhkan waktu, tenaga, dan kebersamaan. Gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat kita sejak dulu, dan nilai itulah yang ingin kami hidupkan kembali hari ini,” ujar Purwadi Nugroho, Direktur Komunikasi & Media ASAR Humanity.

Ia menegaskan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk ikut bergotong royong dalam gerakan ini.
“Siapa pun bisa terlibat. Teman-teman ojek daring bisa menyisihkan sebagian rezekinya dari setiap order, komunitas musisi bisa bergerak lewat karya, tukang cukur bisa berbagi dari setiap layanan, dan masyarakat luas bisa berkontribusi melalui donasi, ide, tenaga, doa, hingga menyebarkan narasi kebaikan di media sosial. Inilah gotong royong,”

“Bahkan, kami membayangkan gotong royong ini hadir dalam bentuk yang lebih terhubung. Paguyuban masjid-masjid di Depok bergotong royong membangun satu masjid di Aceh. Sekolah-sekolah di Jakarta bersama-sama membantu membangun kembali satu sekolah di Aceh. Pesantren-pesantren di Bogor bersatu untuk mendukung pemulihan satu pesantren di Aceh. Inilah wajah gotong royong negeri—di mana komunitas membantu komunitas, dari mana pun berada.” tambahnya.

Berbeda dengan pendekatan yang seragam, gerakan Gotong Royong Negeri dilakukan secara bertahap dan kontekstual, menyesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing wilayah. ASAR Humanity melakukan pemetaan area terdampak untuk memastikan setiap aksi pemulihan berjalan tepat guna, bermartabat, dan berkelanjutan—tanpa memaksakan proses di wilayah yang belum siap memasuki tahap pemulihan.

Fokus utama gerakan ini adalah manusia dan keberlanjutan. Tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan aktivitas hidup warga, menguatkan peran masyarakat sebagai pelaku utama pemulihan, serta menumbuhkan kembali rasa kebersamaan pascabencana.

Aceh dipilih sebagai fokus awal karena luasnya dampak banjir dan kompleksitas pemulihan yang dibutuhkan. Ke depan, gerakan ini diharapkan dapat diperluas dan direplikasi ke wilayah lain di Sumatera sesuai dengan kondisi dan kesiapan lapangan.

“Bangsa ini memiliki portofolio gotong royong negeri yang hebat dari masa ke masa, terlebih saat dilanda bencana. Dari mulai tsunami Aceh, gempa bumi-tsunami dan liquifaksi di Palu, Sigi, Donggala, hingga gempa Lombok dapat kita pulihkan kembali dengan gotong-royong negeri,” lanjut Purwadi.

Pekan ini, ASAR Humanity mulai mengaktivasi rangkaian kampanye Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali melalui berbagai kanal komunikasi, kolaborasi lapangan, dan konten kreatif. Salah satu aksi awal yang dilakukan adalah aktivasi gotong royong di Aceh berupa kegiatan bersih-bersih desa bersama masyarakat dan relawan, sebagai simbol dimulainya proses pemulihan yang dikerjakan bersama.

Melalui gerakan ini, ASAR Humanity berharap pemulihan pascabencana tidak berhenti sebagai rangkaian aksi jangka pendek, melainkan tumbuh menjadi gerakan kolektif bangsa yang menghidupkan kembali solidaritas sosial dan semangat gotong royong sebagai solusi bersama menghadapi bencana.

Dari Jogja, Asar Humanity DIY akan memberangkatkan 3 truk kemanusiaan ke Aceh pada pertengahan bulan Januari 2026. Dengan tagline ada puncak 11z#RamadhanInSumatera, truk-truk ini tidak hanya 3z untussaks3s mengangkut kebutuhan dasar seperti z, hygiene kits, & obat-obatan, namun juga peralatan ibadah, alat-alat kebersihan, pertukangan, & perlengkapan rumah tangga lainnya, karena sebentar lagi umat Islam di dunia akan segera menyongsong hadirnya Bulan Suci Ramadhan, tak terkecuali saudara/i di Aceh & Sumatra yang terdampak bencana. Kiriman perlengkapan ini diharapkan dapat membantu para penyintas di lokasi terdampak bencana untuk mempersiapkan diri menyambut Bulan Suci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here