Wisuda 31 Santri Lansia Ponpes Sabilun Najah, Usia Tertua 86 Tahun

0

SLEMAN – Pondok Pesantren Sabilun Najah yang berlokasi di Desa Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, menggelar wisuda santri lansia angkatan ke-6, Minggu (21/12/2025). Sebanyak 31 santri lansia mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 28 santri perempuan dan 3 santri laki-laki.

Pengasuh Ponpes Sabilun Najah, H. Joko Wahono, S.Pd., M.AP., mengatakan program santri lansia telah berjalan selama enam tahun dan menjadi agenda rutin tahunan pesantren. Program ini diperuntukkan bagi para lanjut usia yang ingin memperdalam ilmu agama sebagai bekal kehidupan akhirat.

“Wisuda santri lansia ini sudah memasuki angkatan ke-6. Setiap tahun kami melaksanakan wisuda, sesuai dengan program pendidikan yang berlangsung selama satu tahun,” ujar H. Joko Wahono.

Ia menjelaskan, usia santri lansia yang diwisuda tahun ini bervariasi, dengan usia tertua mencapai 86 tahun. Rata-rata usia santri berada di kisaran 50 tahun ke atas. Para santri tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga tinggal di asrama yang telah disediakan pesantren.

“Kami menyiapkan asrama khusus untuk santri lansia, dengan konsep rumah sederhana seperti rumah limasan di pedesaan. Harapannya, para simbah merasa nyaman seperti tinggal di rumah sendiri,” jelasnya.

H. Joko Wahono menambahkan, terdapat pengembangan metode pembelajaran pada tahun ini. Jika sebelumnya pembelajaran lebih menitikberatkan pada mendengar dan menghafal, kini santri lansia diajak untuk memahami makna ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam.

“Sekarang simbah-simbah tidak hanya melantunkan ayat, tetapi juga menyebutkan terjemahannya. Ini luar biasa, karena di usia lanjut mereka masih mampu menghafal sekaligus memahami makna Al-Qur’an,” katanya.

Menurutnya, program santri lansia ini bertujuan memberikan bekal ilmu agama bagi para lansia agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah kematian.

“Kami berharap para santri lansia mendapatkan pembekalan yang cukup, sehingga lebih siap menyongsong husnul khotimah dengan bekal ilmu agama,” imbuhnya.

Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri oleh Sri Muslimatun, anggota DPRD Provinsi DIY periode 2024–2029 dari Partai Golkar, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sleman, unsur Forkopimkap Gamping, camat, lurah, kapolsek, danramil, serta tokoh masyarakat setempat.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here